by

Pengembangan Kasus Narkotika Jaringan Antar Provinsi, Ditresnarkoba Polda Ntb Kembali Amankan Dua Tersangka

Mataram, NTB – Ditresnarkoba Polda NTB pada hari Minggu, 13 Maret 2022 pukul 00.30 Wita Team Opsnal subdit II melakukan pengembangan pemilik narkotika jenis sabu yang sebelumnya sudah berhasil ditangkap di plabuhan lembar Lombok barat.

Berawal dari penangkapan narkotika jenis sabu Pada hari Jumat, 11 Maret 2022 dengan berat 219,41 gram yang di bawa oleh tersangka IH di pelabuhan Lembar Lombok Barat, kemudian Team Opsnal subdit II Direktorat narkoba Polda NTB berhasil mengetahui pemilik narkotika jenis sabu tersebut.

Kemudian pada hari Sabtu, 12 Maret 2022 pada pukul 12.00 Wita Panit Subdit II Ditresnarkoba Polda NTB Ipda I Made Mas Mahayuna, S.H. bersama dengan anggota opsnal berangkat menuju tempat tinggal tersangka diwilayah Aikmel Lombok Timur tepatnya di Dusun Kampung Kariya Induk, Aikmel Lombok Timur untuk melakukan pemantauan terhadap tersangka.

Selanjutnya pada hari Minggu tanggal 13 Maret 2022 pada pukul 00.30 Wita Team Opsnal subdit II Ditresnarkoba Polda NTB yang di pimpin langsung oleh Ipda I Made Mas Mahayuna, S.H berhasil mengamankan pemilik narkotika jenis sabu yang bersembunyi dibalik pintu kamarnya yakni:
1. Inisial MS alias pak guru.
Laki-laki, Aikmel, 45 THN Agama Islam, WNI, Wiraswasta, Alamat Dusun Kampung Karya Baru, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok timur.

2. Inisial NW alias idah
Prempuan, Aikmel, 40 THN Agama Islam, WNI, IRT, Aikmel Batu Belek Kampung Karya Induk Kabupaten Lombok Timur.

Selanjutnya Team melakukan pengeledahan badan dan rumah yang disaksikan oleh Kepala Dusun dan warga sekitar, kemudian didapatkan barang bukti berupa:
– Uang Tunai Rp. 2.650.000 di tas warna hitam.
– 5 buku tabungan BRI dan BNI
– 1 unit hp Nokia kecil
– 1 unit hp Vivo android
– 1 Buah Dompet hitam
– 1 Buah KTP
– 1 ATM BRI
– 1 ATM Maybank
– 1 ATM BNI
– 1 ATM mandiri
– 1 ATM Sinarmas

Selanjutnya Team membawa terduga tersangka dan barang bukti ke Ditresnarkoba Polda NTB untuk di lakukan proses hukum lebih lanjut.

Kedua tersangka disangkakan dengan Pasal 114 ayat (2) UU RI NO 35 TAHUN 2009 Tentang menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara Narkotika Golongan I diancam pidana paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dan Pasal 112 ayat (2) UU RI NO 35 TAHUN 2009 Tentang Narkotika memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I bukan tanaman melebihi, diancam pidana penjara paling singkat 4 tahun.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *